Kreatifitas saat ini di butuhkan tidak hanya di bidang industri kreatif saja, namun di dalam setiap langkah kehidupan juga berguna. Tapi yang akan kita jabarkan disini adalah tips kreatif di industri kreatif, di karenakan kami bergerak di bidang ini. Pada dasarnya menjadi kreatif itu hanya pilihan antara A atau B, Ya atau Tidak. Dan ide sebenarnya banyak bertebaran di sekitar kita, hanya terkadang kita saja yang tidak menyadari karena kitahanya melihat dari satu sisi saja.

Tentu kita tahu yang membedakan antara kreatif dan tidak kreatif adalah ide itu sendiri, namun terkadang ide yang sederhana dan terpikirkan oleh orang banyak juga bisa di bilang kreatif.
what is creativity?

Mulai bingung kan?  agar lebih jelas akan kami coba jabarkan tips kreatif yang sudah dijanjikan pada judul posting tersebut.

1. Harus Berani! Punya ide yang brilian? cemerlang? aneh? dan sejenisnya yang lain? tidak akan berguna kalau tidak berani di jalankan. Memang tidak mudah, karena biasanya ide bagus itu menghadapi banyak cobaan dan banyak pertentangan dari orang lain, yang terkadang membuat nyali kita ciut, atau bahkan membuat kita memikirkan ulang ide kreatif itu dan akhirnya menganggap ide itu tidak berguna.

Hey, jangan terpengaruh oleh orang lain, kalau memang menurut kita benar dan dapat di pertanggung jawabkan, ya di coba saja, setidaknya di implementasikan, di wujudkan dalam bentuk mock-up/ sketsa / business plan, dan lainnya. Lalu di tawarkan ke klien / calon klien / teman, dan lihat reaksi mereka. Setidaknya Kamu sudah mengambil langkah kreatif pertama, di banding hanya berkutat di awang- awang saja.

2. Identifikasi Masalah. Setiap hal yang kita kerjakan atau pikirkan sebaiknya memecahkan suatu masalah. Sebelum bisa memecahkan masalah, kita harus mengenal masalah tersebut terlebih dahulu. Hal apa yang menyebabkan masalah itu? Gunakan kata “Mengapa?” dan “Bagaimana?” secara intensif, jadilah orang yang kritis, banyak bertanya dan ingin tahu akan suatu hal/masalah. Di jamin Kamu akan lebih mudah berpikir kreatif, dan sudah pasti ide yang keluar dari pemikiran Kamu itu berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

3. Menjadi seperti Klien/Subjek Sasaran. Kami sering menggunakan metode ini, yaitu dengan mengandaikan kalau kami yang menjadi klien, kami yang punya dan menjalankan bisnis nya. Intinya menceburkan diri ke dalam dunia klien, sehingga kita bukan saja hanya mengerti masalah dan peluang apa yang ada dalam dunia klien itu, namun kita menjadi lebih jujur dan lebih bergairah saat mengerjakan projek klien tersebut. Dan biasanya solusi yang kita tawarkan gampang di setujui, karena memang kita sudah mengerti luar dalam akan dunia nya klien, dam bagaimana klien memandang sesuatu itu kreatif.

4. Lebih sering mencoba. Kadang-kadang karena begitu yakin nya dengan ide kita, kita hanya mencoba sekali saja. Kalau berhasil, ya bagus, kalau tidak berhasil ya sudah, the end. Memang gairah ide pertama itu tidak terkalahkan, sama seperti ketika kita mendapat gebetan/pacar baru, rasanya ide pertama ini yang paling bagus dan paling benar. Tetapi sebenarnya, mungkin ide pertama itu baru berupa kerangka nya saja, untuk menyempurnakan nya kita membutuhkan beberapa proses lagi, agar lebih kreatif.

Kebetulan kami sedang mengalami hal ini, kami sedang mengerjakan projek desain website klien, saya mencoba mock-up pertama yang menurut saya sudah ok, ternyata klien tidak sepenuhnya menyukainya. Sampai akhirnya sekarang sudah sampai revisi yang ke 6 atau 8 juga masih belum sempurna (menurut klien). Namun satu hal yang kami dapat dari sini adalah ternyata desain website yang kami buat tersebut memang menjadi lebih baik dari ide pertama yang saya tawarkan, karena kita jadi lebih sering mencoba layout baru, modifikasi menu dan lainnya, yang walaupun membuat saya sedikit frustasi (untungnya klien bisa bekerjasama dengan baik) tapi setelah melihat proses dan mock-up ke 8, saya dan klien menjadi lebih puas dengan desain website tersebut.

5. Berkompetisi. Rasanya tidak seru kalau tidak ada barometer untuk mengukur kemampuan diri kita sendiri. Jika kita merasa berada dalam suatu “kompetisi” maka biasanya pikiran kita akan menjadi lebih kreatif. Dapat dipastikan kita berusaha memikirkan yang tidak terpikirkan oleh “pesaing”k ita. Tentu ini kompetisi yang sehat, bukan memikirkan bagaimana menjatuhkan lawan, tetapi bagaimana menjadi lebih baik lagi dari “pesaing”. Kalau memang tidak ada “saingan”, berusahalah menciptakan “saingan fiksi” atau dengan mencari “saingan” tersebut dengan melihat “pesaing” di negara lain, website lain yang mirip-mirip dan sebagainya yang menurut Anda bisa di jadikan “saingan” yang sehat dan berdampak positif bagi Anda atau projek yang sedang Anda jalankan.